Inews Sampit – Peristiwa Anak Tenggelam Sampit terjadi saat seorang anak menjalani kegiatan wisata bersama keluarga di salah satu lokasi perairan di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kejadian ini mengundang keprihatinan masyarakat sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anak saat beraktivitas di area wisata air.

Menurut informasi di lapangan, anak tersebut bermain di sekitar perairan ketika keluarga sedang menikmati suasana wisata. Dalam situasi ramai, pengawasan sempat terlepas sehingga anak mengalami kesulitan saat berada di air. Warga yang berada di sekitar lokasi segera menyadari kondisi tersebut dan berupaya memberikan pertolongan.
Baca Juga : Bupati Sukamara hadiri syukuran laut dan resmikan bus DAMRI trayek Sukamara-Jelai
Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pencarian di area kejadian. Tim gabungan mengerahkan upaya penyelamatan dengan menyisir perairan dan mengevakuasi korban ke daratan. Setelah menemukan korban, petugas medis memberikan penanganan awal sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peristiwa Anak Tenggelam Sampit ini kembali menegaskan risiko yang mengintai anak-anak di lokasi wisata air. Area sungai, danau, maupun kolam alami memiliki potensi bahaya jika tidak disertai pengawasan maksimal. Orang tua dan pendamping perlu memastikan anak selalu berada dalam jangkauan pandangan, terutama saat bermain di dekat air.
Pihak terkait mengimbau pengelola wisata untuk meningkatkan aspek keselamatan. Langkah tersebut meliputi pemasangan rambu peringatan, penyediaan petugas pengawas, serta edukasi kepada pengunjung mengenai potensi bahaya di lokasi wisata. Kolaborasi antara pengelola dan pengunjung diharapkan mampu mencegah kejadian serupa.
Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan saat berwisata bersama keluarga. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman. Kejadian ini menjadi pelajaran penting agar setiap aktivitas rekreasi tetap mengutamakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak.