Menuju Adipura 2025, Kotawaringin Timur Tancap Gas Benahi TPA Sampit — Progres Capai 78 Persen!
Inews Sampit- Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam mewujudkan pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan kini menunjukkan hasil menggembirakan. Penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampit yang berlokasi di Kilometer 14 Jalan Jenderal Sudirman telah mencapai progres 78 persen, menandai langkah nyata menuju target Adipura 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Marjuki, menjelaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kotim dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, serta ramah bagi masyarakat.
“Sedikit demi sedikit, perubahan besar mulai tampak. Kami menerapkan sistem controlled landfill atau sistem buka-tutup agar pengelolaan sampah menjadi lebih teratur, efisien, dan minim dampak lingkungan,” ujar Marjuki, Minggu (1/9/2025).

Baca Juga : Kompol Tri Wibowo Resmi Pimpin Batalyon B Pelopor Brimob, DPRD Kotim Beri Dukungan Penuh
Dari Open Dumping ke Sistem Modern
Sebelumnya, TPA Sampit masih menggunakan metode open dumping — pembuangan terbuka yang berpotensi mencemari udara dan air tanah. Namun kini, dengan penerapan controlled landfill, pengelolaan dilakukan secara bergiliran. Area pembuangan akan ditutup dengan lapisan tanah setelah penuh, sehingga bau berkurang, lingkungan lebih bersih, dan umur TPA menjadi lebih panjang.
Selain meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, penerapan sistem modern ini juga menjadi salah satu indikator utama penilaian Adipura, sebuah penghargaan nasional untuk kota yang berhasil menjaga kebersihan dan lingkungan berkelanjutan.
Satgas Kebersihan Siaga 24 Jam
Tak hanya fokus pada infrastruktur TPA, DLH Kotim juga memperkuat peran Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan yang setiap hari turun langsung menjaga kebersihan di titik-titik strategis Kota Sampit. Mereka bertugas menyapu jalan utama, membersihkan drainase, dan memastikan sampah tidak menumpuk di kawasan publik.
“Satgas kami bekerja tanpa henti untuk menjaga wajah kota tetap bersih. Ini bukan semata demi penghargaan, tapi demi membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat,” tambah Marjuki.
Edukasi Masyarakat Jadi Kunci
DLH Kotim juga aktif melakukan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga kepada warga. Masyarakat diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah serta memanfaatkan bank sampah untuk mendaur ulang.
Menurut Marjuki, partisipasi masyarakat menjadi pondasi utama keberhasilan program ini.
“Pemerintah bisa membangun sistem, tapi tanpa kesadaran warga, kebersihan tidak akan bertahan lama. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci menuju kota yang benar-benar bersih dan hijau,” jelasnya.
Komitmen Menuju Kota Bersih dan Berdaya Saing
Lebih jauh, Marjuki menegaskan bahwa target Adipura bukan hanya sekadar mengejar penghargaan, melainkan simbol tekad bersama untuk menjaga bumi dan masa depan generasi Kotim.
Dengan progres penataan yang sudah mendekati 80 persen, optimisme menuju Adipura 2025 semakin besar. TPA Sampit kini mulai menjadi percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
“Adipura adalah refleksi dari semangat dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Kami yakin, dengan kerja keras dan kesadaran bersama, Sampit bisa menjadi kota yang bersih, indah, dan berdaya saing,” tutupnya penuh optimisme.